Inflatable Liferaft
atau sering disebut juga dengan Liferaft saja, adalah salah satu alat
keselamatan yang sangat penting pada kapal yang sedang berlayar.
Terlebih pada kapal penumpang. Seringkali kita mendengar kabar tentang
kecelakaan kapal di laut, korban jiwa menjadi lebih banyak hanya karena
kurangnya persediaan peralatan keselamatan seperti Inflatable Liferaft
pada kapal tersebut. Kalaupun tersedia cukup banyak, sebagian besar
sudah tidak dapat berfungsi dengan baik. Bisa dibayangkan jika musibah
itu terjadi dan benda-benda yang diharapkan bisa menjadi penolong
tersebut ternyata justru tidak dapat digunakan. Padahal kapal yang naas
itu jauh berada di tengah laut dengan cuaca yang sangat tidak
bersahabat.
Liferaft
adalah sebutan untuk perahu karet dengan tenda pelindung dan dilengkapi
obat-obatan, perbekalan makanan dan minuman untuk keadaan darurat,
beberapa benda untuk memberi tanda signal, dan alat-alat keselamatan
lainnya. Liferaft dan semua perlengkapannya itu biasanya dirancang agar
pemakainya dapat bertahan hidup selama satu minggu sebelum regu penolong
datang. Tentunya liferaft hanya digunakan pada saat terjadi musibah di
laut. Misalnya pada kapal yang tenggelam atau terbakar di tengah laut
luas.
Biasanya liferaft disimpan pada sebuah tabung dengan ukuran sebesar drum
yang terbuat dari fibreglass dan dicat warna putih. Disitu juga
dicantumkan tanggal pemeriksaannya yang terbaru dan tanggal
kedaluarsanya. Liferaft dan perlengkapannya harus diperiksa minimal satu
tahun sekali. Pemeriksaan dilakukan oleh suatu badan yang telah
ditunjuk oleh administrator pelabuhan setempat. Misalnya untuk wilayah
Kalimantan Timur, pemeriksaan dan servis liferaft dilakukan oleh petugas
dari KPN Lumba Lumba Balikpapan. Setelah selesai diperiksa, untuk
setiap liferaft diterbitkan sertifikatnya. Itu sebagai tanda bahwa
liferaft tersebut layak untuk digunakan jika sewaktu-waktu diperlukan.
Karena termasuk peralatan keselamatan untuk keadaan darurat, Liferaft
harus ditempatkan pada posisi yang mudah dicapai. Biasanya tergantung
dibagian pinggir kapal. Pada saat akan digunakan, pin penahannya dibuka
hingga liferaft terlepas dari kedudukannya dan jatuh ke laut. Ada seutas
tali yang memang dikaitkan pada pin pompa karbondioksida yang ada pada
perahu karet yang masih terlipat dan tersimpan dalam tabung liferaft.
Begitu tali tersebut ditarik, pompa tersebut mulai bekerja dan membuat
perahu karet yang masih terlipat tadi mengembang hingga siap untuk
digunakan. Selanjutnya para penumpang meloncat ke laut dan berenang
menuju perahu karet itu.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk pemeliharaan satu unit liferaft
memang lumayan mahal. Tapi akan menjadi lebih mahal biaya yang harus
dikeluarkan untuk ganti rugi korban jiwa jika seandainya terjadi
kecelakaan kapal di laut. Disamping itu undang-undang keselamatan
pelayaran mengharuskan tersedianya liferaft yang masih layak pakai
dengan jumlah yang mencukupi pada setiap kapal yang mengangkut penumpang
maupun yang tidak. Himbauan untuk para calon penumpang kapal laut,
pastikan tersedianya peralatan keselamatan yang masih berfungsi dengan
baik pada kapal yang akan Anda tumpangi.
