PT TRISINDRA MAHKOTA SAMUDRA
Jl. Fort Barat No 19A Tg Priuk Jakarta utara
Hp. 081315435257
email. ojaymifta@gmail.com

Minggu, 18 Oktober 2015

Jasa Service Liferaft


  1.  Harga/Biaya Service Liferaft N Sertifikasi. Rp.1200.000/Unit



Liferaft, Fire Extinguisher, dan Lifeboat adalah beberapa dari alat keselamatan yang harus ada didalam kapal, tidak hanya ada tetapi juga kondisinya yang harus siap pakai. Di Indonesia masih banyak yang tidak memikirkan pentingnya alat keselamatan ini, padahal 3 faktor inilah yang sangat penting dan menyangkut keselamatan nyawa para ABK ketika terjadi tenggelam atau kebakaranya kapal. keselamatan kapal juga tertulis  pada UU NOMOR 17 TAHUN 2008 PASAL 117. semua alat keselamatan diatas juga memiliki sertifikat yang akan disetujui oleh pihak Syahbandar setempat setelah pihak Syahbandar telah menyaksikan benar di servicenya alat itu sendiri oleh pihak perusahaan safety marine, berikut gambar beberapa dari alat-alat keselamatan kapal.

Kondisi Liferaft yang masih terbungkus kapsul
Inilah wujud Liferaft yang masih terbungkus kapsul, liferaft ini biasa diletakan pada posisi paling tepi kapal karena untuk kemudahan melemparnya ke laut ketika kapal tenggelam. ukuran kapasitas dari Liferaft juga berbeda-beda, darin 6 person, 10 person, 15 person, sampai 25 person.

Kondisi Liferaft yang sudah mengembang

Dan inilah wujud Liferaft kapasitas 10 Person yang telah mengembang, tidak hanya berfungsi untuk mengapung saja, tetapi didalamnya ada peralatan kebutuhan untuk bertahan hidup di tengah laut seperti: makanan darurat, minuman, obat-obatan, sinyal untuk meminta pertolongan, dayung, lampu senter, alat pancing. dll.

olijljkl.jkl.jk

Seperti yang anda lihat pada gambar ini adalah sekoci tertutup yang fungsinya tidak jauh berbeda dengan Liferaft yaitu dipergunakan menyelamatkan diri untuk meninggalkan kapal ketika kapal akan tenggelam atau kebakaran. sekoci ini berkapasitas 25 person dan memiliki mesin untuk menggerakan propeller.







Fire Extinguisher


Fire Extinguisher atau pemadam kebakaran juga salah satu alat yang begitu penting pada kapal untuk mencegahnya kebakaran kapal menjadi lebih besar lagi. Ada beberapa jenis pemadam seperti:













 

Inflatable Liferaft ( Rakit Penolong )


  • Harga/Biaya Service Liferaft N Sertifikasi. Rp.1200.000/Unit



Adalah rakit penolong yang ditiup secra otomatis. Alat peniupnya merupakan satu atau lebih botol angin (asam arang) yang diletakkan diluar lantai rakit.
Syarat – syarat Inflatable Liferaft :
1.    Dibuat sedemikian rupa sehingga apabila dijatuhkan ke dalam air dari satu tempat 18 meter tingginya diatas permukaan air,baik rakit atau perlengkapan lainnya tak akan rusak.
2.    Harus dapat dikembangkan secara otomatis dng cepat.
3.    Berat seluruhnya maksimum 180kg (rakit,kantong,tabung)
4.    Mempunyai stabilitas yang cukup baik.
5.    Lantai dari rakit penolong harus kedap air dan harus mempunyai cukup isolasi untuk menahan udara yang di dingin.
6.    Dilengkapi dengan tali tambat yang panjangnya paling sedikit 10 meter, dan diisi luarnya terdapat tali pegangan yang cukup kuat.
7.    Rakit harus dapat ditegakkan oleh seorang, jika telah tertiup, apabila berada dalam keadaan terbalik.
b.    Life Buoy
Digunakan untuk menyelamatkan orang yang terjatuh kelaut (man over board) dengan maksud untuk recovery.
(Ring Life Buoy)
c.    Jaket penolong ( life jacket )
Digunakan sebagai pelindung tambahan pada waktu meninggalkan kapal, agar dapat tetap terapung dalam waktu yang cukup lama dengan bagian kepala tetap berada diatas permukaan air.
(Life Jacket)
d.    Tanda bahaya dengan signal atau radio
Bila dengan signal dapat berupa cahaya, misal lampu menyala, asap, roket, lampu sorot, kaca dsb. Bila berupa radio dapat berupa suara radio, misal radio dalam sekoci, auto amateur rescue signal transmiter dsb.
(smoke signal)
e.    Pemadam kebakaran
Secara umum, terjadinya kebakaran dapat disebabkan oleh tiga factor utama yaitu sebagai berikut :
1.                Bahan Yang Mudah Terbakar
Barang padat, cair atau gas yang dapat terbakar (kayu, kertas, textile, bensin, minyak, acetelin, dan sebagainya).
2.    Sumber Api (percikan api dan panas)
Suhu yang sedemikian tingginya hingga menimbulkan panas yang mudah menimbulkan kebakaran.
3.    Zat asam (O2)
Adanya O2 yang cukup untuk mengikat gas – gas yang bebas. Ikatan – ikatan ini diikuti dengan adanya gejala – gejala kebakaran dan suhu yang tinggi sehingga kemudian terjadilah kebakaran. Bila pengikatan ini berjalan dengan cepat maka akan terjadi ledakan.
Penyebab kebakaran antara lain :
1.    Kenaikan temperatur di ruangan yang bersebelahan dengan tempat penyimpanan bahan bakar.
      1. Panas yang berlebihan pada sekat.
      2. Kondisi kabel listrik yang jelek
      3. Rusaknya isolasi kabel listrik karena naiknya suhu
                 Kebakaran dapat dipadamkan dengan cara sebagai berikut :
1.    Menurunkan suhunya dibawah suhu kebakaran.
2.    Menutup jalan masuknya zat asam.
3.    Menjauhkan barang-barang yang mudah terbakar, untuk membatasi menjalarnya api (cara yang terakhir ini jarang dilakukan diatas kapal).
(Bagian dari fire fighting portable)
                 Pengklasifikasian kebakaran berdasarkan tipe bahan (material) yang terbakar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
ü  Kelas A berarti api membakar kayu, fiberglass, dan alat furniture.
ü  Kelas B berarti api membakar minyak pelumas dan bahan bakar.
ü  Kelas C berarti api membakar sistem kelistrikan
ü  Kelas D berarti api membakar logam yang mudah terbakar seperti magnesium dan aluminium.
ü  Kelas K berarti kebakaran disebabkan media dari memasak. Terutama pada kapal terjadi dalam galley
                 Gambar pengklasifikasikan bahan yang dapat menyebabkan kebakaran.
Berdasarkan klasifikasi kebakaran berdasarkan tipe bahan (material) yang terbakar, maka media dari pemadam kebakaran dapat dibedakan sebagai berikut :
Dalam kapal ini terdapat alat pemadam kebakaran berupa Foam, CO2, dan Air laut.


PT TRISINDRA MAHKOTA SAMUDRA
jl. Fort Barat No 19A TG Priuk Jakarta utara.
HP. 0813 1543 5257
email. ojaymifta@gmail.com